Filosofi Noken yang Menjadi Simbol Kejujuran Bagi Masyarakat Papua.

Filosofi Noken yang Menjadi Simbol Kejujuran Bagi Masyarakat Papua.

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi Sabtu malam, 2 Oktober 2021. Sehari sebelum peresmian, Jokowi menyempatkan belanja tas khas Papua yang dibuat dari rajutan kayu, noken.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tas noken terbuat dari kayu. Namun tidak sedikit pula noken yang terbuat dari bahan serat pohon atau daun yang diproses menjadi benang yang kuat, kemudian diikat atau dianyam menjadi satu. Tas noken sendiri pernah masuk dalam Google Doodle pada 5 September 2020 lalu.

Tas yang sering menjadi buah tangan ketika wisatawan berkunjung ke Papua ini memiliki filosofi tersendiri. La’a dan Sri S dalam Makna Tenun Ikat Bagi Perempuan: Studi Etnografi di Kecamatan Mollo Utara-Timur Tengah Selatan menjelaskan bagi masyarakat Papua hasil tenunan noken dapat menggambarkan ketelitian, kesabaran, dan rasa indah pembuatnya.

Noken sendiri identik dengan perempuan Papua. Tidak heran jika anak perempuan Papua sudah harus belajar menenun noken sedari kecil. Dengan hal ini terdapat anggapan bahwa seorang perempuan mampu membuat noken dengan baik, ia juga akan mampu mengatur rumah tangga dengan baik.

Tidak hanya itu, berdasarkan jurnal karya Arie Januar, Fungsi, Makna, dan Eksistensi Noken Sebagai Simbol Identitas Orang Papua, noken juga mengajarkan nilai kejujuran dan pentingnya untuk menghargai kepemilikan seseorang. Bentuk noken yang transparan tersebutlah yang menjadikan pengingat masyarakat untuk melakukan aktivitas secara jujur.

Lebih lanjut, noken juga digambarkan sebagai simbol perdamaian antarsuku. Dalam proses perdamaian antarsuku, noken merupakan salah satu benda yang wajib terdapat di dalamnya. Tidak hanya itu, semua suku di Papua juga memiliki kemampuan membuat noken. Hal inilah yang melatarbelakangi bahwa suku Papua memilik latar kebudayaan yang sama.

Atlet dan Ofisial PON Papua Akan Dikalungi Noken, Panitia Siapkan 25 Ribu

Afia

Posting Komentar untuk "Filosofi Noken yang Menjadi Simbol Kejujuran Bagi Masyarakat Papua."

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *